Tiga Orang yang Beruntung Menurut Allah SWT

Hati yang 'Alim, Badan yang Sabar, dan Hati yang Qana'ah

Margomulyo – Majelis Ta'lim wal Istighotsah (MATAWALI) Rohmatan Lil 'Alamin kembali menyelenggarakan kajian Islam yang sarat hikmah dengan mengangkat tema "Tiga Orang yang Beruntung Menurut Allah SWT." Kajian yang diasuh oleh Kiyai Badrun Sulaiman ini mengajak jamaah untuk memahami bahwa ukuran keberuntungan dalam pandangan Allah bukanlah banyaknya harta, jabatan, maupun kemewahan dunia, melainkan kualitas hati dan akhlak yang menghiasi kehidupan seorang mukmin.

MAQOLAH KE 4-6

Bismillāhirraḥmānirraḥīm. Kitab Nashā’iḥul ‘Ibād karya Imam Nawawi al-Bantani merupakan salah satu kitab yang kaya dengan nasihat, hikmah, dan tuntunan bagi seorang hamba dalam menata kehidupan menuju rida Allah SWT. Pada halaman ini disajikan pembahasan Maqolah ke-4 sampai ke-6, yang memuat nasihat-nasihat berharga tentang bagaimana seorang Muslim mengenali tanda kecintaan kepada Allah, menghiasi diri dengan kesabaran dan kesyukuran, serta senantiasa berserah diri kepada-Nya.

Kajian Ramadhan MATAWALI Malam ke-21 : Menggali Hikmah Maqolah ke-27 Kitab Nashoihul ‘Ibad tentang Hakikat Ibadah, Zuhud, dan Kekayaan Sejati



MATAWALI – 10 Maret 2026. Semarak bulan suci Ramadhan di lingkungan Majelis Taklim Wal Istighotsah Rohmatan Lil ‘Alamin (MATAWALI) terus terasa melalui kegiatan Kajian Ramadhan rutin yang diselenggarakan setiap malam di Aula MATAWALI. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 21.00 hingga 23.30 WIB dan diikuti oleh seluruh jamaah rutin MATAWALI dengan penuh kekhusyukan dan semangat menuntut ilmu.

Kajian Rutin Malam Jum’at Legi MATAWALI: Merawat Hati dari Penyakit Hasud


Margomulyo – Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan rutin Majelis Taklim Wal Istighotsah Rohmatan lil ‘Alamin (MATAWALI) yang digelar pada malam Jum’at legi, Kamis (25/09/2025). Acara yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 24.30 WIB ini dilaksanakan di Aula MATAWALI dan dilanjutkan dengan ziyarah di maqom Waliyullah Mbah Santri (Raden Santri).

Kiyai Badrun: "Wakaf Produktif Adalah Amal Berkelanjutan, Bukan Musiman"


Jipangulu, Ngelo – Kamis, 8 Mei 2025

Di tengah semarak suasana Idul Fitri yang masih terasa, Aula MATAWALI Jipangulu Desa Ngelo menjadi tempat penyelenggaraan kajian bertema “Wakaf Produktif: Melanjutkan Spirit Ramadan, Mewujudkan Umat Mandiri” yang digelar pada Kamis malam, 8 Mei 2025 pukul 21.00–23.00 WIB.

Kembali ke Fitrah, Bangkitkan Ekonomi Umat: Kiyai Badrun Sampaikan Pentingnya Semangat Ekonomi Syariah Pasca-Ramadan


Ngelo, Margomulyo — Selasa, 13 Mei 2025
Aula Madin Fathul Ulum, Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, menjadi tempat berlangsungnya kajian inspiratif bertema “Kembali ke Fitrah, Bangkitkan Ekonomi Umat” pada Selasa malam, 13 Mei 2025, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh jama’ah MATAWALI dan Majelis Taklim Wali Santri Fathul Ulum, para santri, serta wali santri, dan dipandu langsung oleh Kiyai Badrun selaku pemateri utama.

Jadwal Tarowih Musholla Al-Fatah

Jadwal Tarawih Musholla Al-Fatah Ramadhan 1446 H

Bulan Ramadhan 1446 H/2025 M merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada malam-malam Ramadhan adalah salat Tarawih, sebagai bagian dari qiyām Ramadhan yang memiliki keutamaan besar bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT.

Gema Kreasi Santri Fathul Ulum Jipangulu


Jipangulu, 27 Februari 2025 - Madin Fathul Ulum Jipangulu menggelar acara Haflah Ahirussanah yang meriah dan penuh makna. Acara yang diadakan pada hari Kamis, 27 Februari 2025 M./29 Sya'ban 1446 H., pukul 20.00-00.00 WIB ini dihadiri oleh para santri, guru, dan orang tua.

Kirab Santri MADIN Fathul Ulum: Menyemai Berkah Menyongsong Romadhon


Jipangulu, 23 Februari 2025 - Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan dan mengakhiri tahun ajaran, Madin Fathul Ulum Jipangulu menggelar kegiatan kirab santri yang meriah dan penuh makna. Acara yang diadakan pada hari Ahad, 23 Februari 2025, ini diikuti oleh segenap santri, wali santri, dan muhibbin Fathul Ulum.

Kajian Rutin MATAWALI JIPANGULU NGELO Margomulyo Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat


Margomulyo – Kamis, 19 Desember 2024, Kajian rutin MATAWALI Jipangulu Ngelo Margomulyo kembali digelar pada Kamis, 19 Desember 2024, bertempat di Aula MATAWALI Jipangulu, Kecamatan Margomulyo. Acara yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.00 WIB ini dihadiri oleh seluruh anggota MATAWALI Jipangulu Ngelo Margomulyo dengan antusiasme tinggi.

18. Nasihat Kedelapanbelas: Hakikat Tawakal

باب التَّوَكُّلِ

 

NASIHAT KE 19 BAB TAWAKAL

وَسَأَلْتَنِي عَنِ التَّوَكُّلِ؛ وَهُوَ أَنْ تَسْتَحْكِمَ اعْتِقَادَكَ بِاللَّهِ تَعَالَى فِيمَا وَعَدَ؛ يَعْنِي: أَنْ تَعْتَقِدَ أَنَّ مَا قُدِّرَ لَكَ .. سَيَصِلُ إِلَيْكَ لَا مَحَالَةَ وَإِنِ اجْتَهَدَ مَنْ فِي الْعَالَمِ عَلَى صَرْفِهِ عَنْكَ، وَمَا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ .. لَنْ يَصِلَ إِلَيْكَ (١) وَإِنْ سَاعَدَكَ جَمِيعُ الْعَالَمِ

 

"Dan engkau bertanya kepadaku tentang tawakal; yaitu memastikan keyakinanmu kepada Allah Ta'ala dalam apa yang telah Dia janjikan. Maksudnya adalah: engkau meyakini bahwa apa yang telah ditetapkan untukmu pasti akan sampai kepadamu, tanpa keraguan, meskipun seluruh makhluk di dunia berusaha untuk menghalanginya darimu. Dan apa yang tidak ditetapkan untukmu, tidak akan sampai kepadamu (1) meskipun seluruh makhluk di dunia membantumu untuk mendapatkannya."

 

 

 

مناقشة حول كلام الإمام الغزالي عن التوكل

 

قالَ الإمامُ الغَزَالِيُّ رَحِمَهُ اللهُ في كِتَابِ أيُّهَا الوَلَد:

إنَّ التَّوكُّلَ هُوَ أَنْ تُثَبِّتَ اعْتِقَادَكَ بِاللهِ تَعَالَى فِي كُلِّ مَا وَعَدَ بِهِ. فَالتَّوكُّلُ لا يَعْنِي تَرْكَ السَّعْيِ، بَلْ أَنْ تُؤْمِنَ يَقِينًا بِأَنَّ مَا قَدَّرَهُ اللهُ لَكَ سَيَصِلُ إِلَيْكَ لَا مَحَالَةَ، وَلَوِ اجْتَمَعَ كُلُّ الخَلْقِ عَلَى مَنْعِهِ. وَبِالمُقَابِلِ، مَا لَمْ يَكْتُبْهُ اللهُ لَكَ، لَنْ يَصِلَ إِلَيْكَ، وَلَوِ اجْتَمَعَ كُلُّ الخَلْقِ عَلَى تَحْقِيقِهِ.

 

 

Pembahasan Tawakal Menurut Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tawakal adalah memastikan keyakinan kita kepada Allah dalam segala hal yang telah dijanjikan-Nya. Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi meyakini bahwa apa yang telah Allah tetapkan untuk kita akan sampai kepada kita, meskipun seluruh makhluk berusaha menghalanginya. Sebaliknya, apa yang tidak Allah tetapkan untuk kita, tidak akan pernah sampai, meskipun seluruh makhluk mendukung kita.

 

 

 

الأدلة من القرآن الكريم اليقين بتدبير الله:

قالَ اللهُ تَعَالَى:"وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ."

(الطلاق: 3).

يُبَيِّنُ هَذَا أَنَّ اللهَ تَعَالَى يَكْفِي عَبْدَهُ المُتَوَكِّلَ عَلَيْهِ، لِأَنَّهُ هُوَ المُدَبِّرُ لِجَمِيعِ أُمُورِ الخَلْقِ.

الرِّزْقُ المَكْتُوب:

قالَ اللهُ تَعَالَى:"وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا." هود: 6

يُؤَكِّدُ هَذَا أَنَّ رِزْقَ كُلِّ مَخْلُوقٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ مُسْبَقًا، وَعَلَى العَبْدِ أَنْ يَسْعَى مَعَ التَّوكُّلِ عَلَيْهِ.

 

Dasar Al-Qur'an

Keyakinan kepada Takdir Allah:

Allah berfirman: "Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya." (QS. At-Thalaq: 3)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah tempat bersandar yang cukup bagi hamba-Nya, karena Dialah yang mengatur segala urusan makhluk.

Ketentuan Rezeki:

Allah juga berfirman: "Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya." (QS. Hud: 6)

Hal ini menunjukkan bahwa rezeki setiap makhluk sudah ditentukan oleh Allah, dan tugas hamba adalah berusaha sambil bertawakal kepada-Nya.

 

 

 

الأدلة من السنة النبوية

التوكل مع السعي:قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:

"لو أنكم توكلون على الله حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير، تغدو خماصاً وتروح بطاناً."

رواه الترمذي، رقم الحديث: 2344

 

يُوَضِّحُ الحَدِيثُ أَنَّ التَّوكُّلَ لَا يَعْنِي تَرْكَ السَّعْيِ، بَلِ الجَمْعَ بَيْنَ السَّعْيِ وَالاعْتِمَادِ عَلَى اللهِ.

 

الإيمان بالقضاء والقدر:

قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:"واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك."

(رواه الترمذي، رقم الحديث: 2516)

 

Dasar Hadis Nabi ﷺ.

Tawakal dengan Usaha:

Rasulullah ﷺ bersabda:"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Burung itu pergi di pagi hari dengan perut kosong, dan kembali di sore hari dengan perut kenyang." (HR. Tirmidzi no. 2344).

Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha, sebagaimana burung yang keluar mencari makan setiap hari.

 

Keyakinan pada Takdir Allah:

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu kecuali sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu."

(HR. Tirmidzi no. 2516)

 

 

 

حكم وأقوال العلماء

الإمام الشافعيُّ رَحِمَهُ اللهُ قال:

"من أراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم، ومن أرادهما معاً فعليه بالعلم."

وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ العِلْمَ أَسَاسُ التَّوكُّلِ لِفَهْمِ أَنَّ كُلَّ شَيْءٍ بِيَدِ اللهِ، وَأَنَّ السَّعْيَ مِنْ آدَابِ العَبْدِ تِجَاهَ رَبِّهِ.

 

الشَّيْخُ عَبْدُ القَادِرِ الجِيلَانِيُّ رَحِمَهُ اللهُ قال:

"اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً."

يُبَيِّنُ هَذَا القَوْلُ أَهَمِّيَّةَ التَّوَازُنِ بَيْنَ العَمَلِ فِي الدُّنْيَا وَالثِّقَةِ فِي قَضَاءِ اللهِ.

 

 

الجُنَيْدُ البَغْدَادِيُّ رَحِمَهُ اللهُ قالَ فِي تَعْرِيفِ التَّوكُّلِ:

"أن يكون قلبك ساكناً لما ضمنه الله لك، ومطمئناً بما في يده أكثر مما في يدك."

 

هَذَا يَعْنِي أَنَّ التَّوكُّلَ هُوَ الاطْمِئْنَانُ إِلَى وَعْدِ اللهِ وَالثِّقَةُ الكَامِلَةُ بِهِ.

 

Kalam Hikmah Para Ulama

Imam Syafi I Beliau berkata:

"Barang siapa yang ingin dunia, wajib baginya ilmu. Barang siapa yang ingin akhirat, wajib baginya ilmu. Barang siapa yang ingin keduanya, wajib baginya ilmu."

Dalam konteks tawakal, ilmu menjadi pondasi untuk memahami bahwa segala sesuatu bergantung kepada Allah, dan usaha adalah bagian dari adab seorang hamba.

 

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Beliau berkata:

"Bekerjalah untuk dunia seakan-akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhirat seakan-akan kamu mati besok."

Nasihat ini menggambarkan keseimbangan antara usaha maksimal di dunia dan keyakinan penuh kepada Allah dalam hasilnya.

 

Al-Junaid Al-Baghdadi

Beliau mendefinisikan tawakal sebagai:

"Ketika hati lebih tenang dengan janji Allah daripada dengan apa yang ada di tangan manusia."

Ini menunjukkan bahwa tawakal adalah bentuk totalitas berserah diri kepada Allah dengan meyakini bahwa hanya Dia yang berkuasa atas segala sesuatu.

 

 

 

الخاتمة

إنَّ التَّوكُّلَ كَمَا بَيَّنَهُ الإِمَامُ الغَزَالِيُّ هُوَ اعْتِقَادٌ جَازِمٌ بِأَنَّ مَا كَتَبَهُ اللهُ لِعَبْدِهِ سَيَصِلُ إِلَيْهِ لَا مَحَالَةَ، مَقْرُونًا بِالسَّعْيِ وَفْقَ الشَّرِيعَةِ. وَالتَّوكُّلُ يَدْعُونَا إِلَى أَلَّا نَعْتَمِدَ عَلَى الخَلْقِ، بَلْ إِلَى الِاعْتِمَادِ عَلَى اللهِ وَحْدَهُ.

قالَ اللهُ تَعَالَى:

"حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ ٱلۡوَكِيلُ."آل عمران: 173.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ.

 

Kesimpulan.

Tawakal yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali adalah keyakinan yang kokoh bahwa segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah pasti akan terjadi. Keyakinan ini harus didukung dengan usaha yang sesuai syariat. Dalam melaksanakan tawakal, kita juga diajarkan untuk tidak menggantungkan harapan kepada makhluk, tetapi hanya kepada Allah semata. Hal ini selaras dengan firman Allah, sabda Rasulullah ﷺ, dan nasihat para ulama.

Sebagai penutup, mari kita renungkan firman Allah:

"Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung."

(QS. Ali Imran: 173)

Wallahu a'lam bish-shawab.

 

 

.