Kembali ke Fitrah, Bangkitkan Ekonomi Umat: Kiyai Badrun Sampaikan Pentingnya Semangat Ekonomi Syariah Pasca-Ramadan
Jadwal Tarowih Musholla Al-Fatah

Jadwal Tarawih Musholla Al-Fatah Ramadhan 1446 H
Bulan Ramadhan 1446 H/2025 M merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal kebajikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada malam-malam Ramadhan adalah salat Tarawih, sebagai bagian dari qiyām Ramadhan yang memiliki keutamaan besar bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Gema Kreasi Santri Fathul Ulum Jipangulu
Jipangulu, 27 Februari 2025 - Madin Fathul Ulum Jipangulu menggelar acara Haflah Ahirussanah yang meriah dan penuh makna. Acara yang diadakan pada hari Kamis, 27 Februari 2025 M./29 Sya'ban 1446 H., pukul 20.00-00.00 WIB ini dihadiri oleh para santri, guru, dan orang tua.
Kirab Santri MADIN Fathul Ulum: Menyemai Berkah Menyongsong Romadhon
Perjalanan Ziarah Syeh Subakir Menuju Gunung Tidar: Meresapi Kekuatan Spiritual Hingga Puncak
Setelah pembekalan yang penuh makna, pukul 23.00 menjadi saksi dimulainya pendakian para jama'ah MATAWALI ke puncak Gunung Tidar. Tahap pertama membawa mereka hingga ke makam Syeh Subakir, di mana mujahadah dijalankan dengan khidmat selama sekitar 2 jam. Di tengah suasana yang tenang, para jama'ah meresapi keberkahan dan mendalami nilai-nilai spiritual.
Baca Juga: RUTINAN
MALEM REBO LEGI: KAJIAN RUTIN WALISANTRI FATHUL ULUM
Setelah selesai di makam Syeh Subakir, perjalanan berlanjut menuju makam Kiyai Sepanjang. Prosesi mujahadah di tempat tersebut dilaksanakan dengan penuh khusyuk, memperkuat ikatan batin dengan Tuhan dan meresapi hikmah dari jejak spiritual Kiyai Sepanjang.
Baca Juga: "Kirab
Santri Megah: Perayaan Haflah Ahirussanah dan Satu Abad Kebesaran NU di Madin
Fathul Ulum"
Tidak berhenti di situ, perjalanan terus melangkah menuju puncak Tidar, menuju makam Kiyai Semar Bodronoyo Eyang Ismoyo Jati. Pada sekitar jam 02.30, prosesi mujahadah mencapai puncak, memberikan para jama'ah momen puncak spiritualitas mereka. Ketika sunyi, para jama'ah merenungi perjalanan batin yang telah mereka lalui.
Setelah menjalani serangkaian perjalanan spiritual yang penuh makna, para jama'ah MATAWALI beristirahat di taman Pusdiklat AKABRI. Istirahat yang cukup memberikan kesempatan bagi mereka untuk merefleksikan pengalaman spiritual yang baru saja dilalui.
Kemudian, di bawah bimbingan Kiyai Badrun, para jama'ah MATAWALI melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan ini bukan hanya sekadar fisik, melainkan membawa pulang bekal spiritual yang kaya akan hikmah dan keberkahan. Semoga perjalanan ini menjadi ladang amal yang membawa berkah dalam kehidupan sehari-hari para jama'ah MATAWALI.
Perjalanan Ziarah Syeh Subakir Menuju Puncak Gunung Tidar: Persiapan Bekal Spiritual Jama'ah MATAWALI
Tidar, 22 Desember 2023 - Suasana syahdu menyelimuti perjalanan ziarah yang dilakukan oleh para jama'ah MATAWALI, Jum'at, 22 Desember 2023, menuju puncak Gunung Tidar. Kegiatan ini diawali dengan persiapan yang mencakup bekal spiritual untuk perjalanan rohaniah yang mendalam.
Baca Juga: "Kirab
Santri Megah: Perayaan Haflah Ahirussanah dan Satu Abad Kebesaran NU di Madin
Fathul Ulum"
Pimpinan perjalanan, Kiyai Badrun, Pengasuh Jama'ah MATAWALI, memimpin persiapan dengan memberikan panduan dan nasihat spiritual kepada peserta. Beberapa prinsip hidup dan petunjuk perjalanan rohaniah disampaikan sebagai bekal dalam mengarungi perjalanan ke Gunung Tidar.
Baca Juga: RUTINAN
MALEM REBO LEGI: KAJIAN RUTIN WALISANTRI FATHUL ULUM
Perjalanan ziarah ini menjadi momen yang penuh makna bagi para jama'ah MATAWALI. Mereka tidak hanya menjalankan ritual ziarah, tetapi juga meresapi keindahan alam dan kedamaian batin selama perjalanan menuju puncak gunung yang diyakini memiliki nilai spiritual tinggi.
Kiyai Badrun, dalam arahannya, mengajak para peserta untuk merenung dan memperdalam makna perjalanan spiritual mereka. Beliau menekankan pentingnya introspeksi diri, pemurnian jiwa, dan memperkuat ikatan dengan Sang Pencipta dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta ziarah, dengan semangat dan kekhusyukan, mendaki puncak Gunung Tidar. Setiap langkah diiringi doa dan dzikir, menciptakan suasana yang khusyuk dan mendalam. Perjalanan ini bukan hanya mengajarkan kepatuhan kepada Allah, tetapi juga memperkokoh rasa persaudaraan di antara para jama'ah MATAWALI.
Baca Juga: Perjalanan
Ziarah Syeh Subakir Menuju Gunung Tidar: Meresapi Kekuatan Spiritual Hingga
Puncak
Semoga perjalanan ziarah ini menjadi sarana peningkatan spiritualitas, kebersamaan, dan kehidupan yang lebih bermakna bagi para peserta. Perjalanan ini menjadi bukti kekompakan dan kesungguhan para jama'ah MATAWALI dalam menelusuri perjalanan rohaniah mereka di tengah indahnya alam Gunung Tidar.





