Tampilkan postingan dengan label MADIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MADIN. Tampilkan semua postingan

Kembali ke Fitrah, Bangkitkan Ekonomi Umat: Kiyai Badrun Sampaikan Pentingnya Semangat Ekonomi Syariah Pasca-Ramadan


Ngelo, Margomulyo — Selasa, 13 Mei 2025
Aula Madin Fathul Ulum, Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, menjadi tempat berlangsungnya kajian inspiratif bertema “Kembali ke Fitrah, Bangkitkan Ekonomi Umat” pada Selasa malam, 13 Mei 2025, mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh jama’ah MATAWALI dan Majelis Taklim Wali Santri Fathul Ulum, para santri, serta wali santri, dan dipandu langsung oleh Kiyai Badrun selaku pemateri utama.

Gema Kreasi Santri Fathul Ulum Jipangulu


Jipangulu, 27 Februari 2025 - Madin Fathul Ulum Jipangulu menggelar acara Haflah Ahirussanah yang meriah dan penuh makna. Acara yang diadakan pada hari Kamis, 27 Februari 2025 M./29 Sya'ban 1446 H., pukul 20.00-00.00 WIB ini dihadiri oleh para santri, guru, dan orang tua.

Kirab Santri MADIN Fathul Ulum: Menyemai Berkah Menyongsong Romadhon


Jipangulu, 23 Februari 2025 - Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan dan mengakhiri tahun ajaran, Madin Fathul Ulum Jipangulu menggelar kegiatan kirab santri yang meriah dan penuh makna. Acara yang diadakan pada hari Ahad, 23 Februari 2025, ini diikuti oleh segenap santri, wali santri, dan muhibbin Fathul Ulum.

Perjalanan Ziarah Syeh Subakir Menuju Gunung Tidar: Meresapi Kekuatan Spiritual Hingga Puncak

Setelah pembekalan yang penuh makna, pukul 23.00 menjadi saksi dimulainya pendakian para jama'ah MATAWALI ke puncak Gunung Tidar. Tahap pertama membawa mereka hingga ke makam Syeh Subakir, di mana mujahadah dijalankan dengan khidmat selama sekitar 2 jam. Di tengah suasana yang tenang, para jama'ah meresapi keberkahan dan mendalami nilai-nilai spiritual.

Baca Juga: RUTINAN MALEM REBO LEGI: KAJIAN RUTIN WALISANTRI FATHUL ULUM

Setelah selesai di makam Syeh Subakir, perjalanan berlanjut menuju makam Kiyai Sepanjang. Prosesi mujahadah di tempat tersebut dilaksanakan dengan penuh khusyuk, memperkuat ikatan batin dengan Tuhan dan meresapi hikmah dari jejak spiritual Kiyai Sepanjang.

Baca Juga: "Kirab Santri Megah: Perayaan Haflah Ahirussanah dan Satu Abad Kebesaran NU di Madin Fathul Ulum"

Tidak berhenti di situ, perjalanan terus melangkah menuju puncak Tidar, menuju makam Kiyai Semar Bodronoyo Eyang Ismoyo Jati. Pada sekitar jam 02.30, prosesi mujahadah mencapai puncak, memberikan para jama'ah momen puncak spiritualitas mereka. Ketika sunyi, para jama'ah merenungi perjalanan batin yang telah mereka lalui.

Setelah menjalani serangkaian perjalanan spiritual yang penuh makna, para jama'ah MATAWALI beristirahat di taman Pusdiklat AKABRI. Istirahat yang cukup memberikan kesempatan bagi mereka untuk merefleksikan pengalaman spiritual yang baru saja dilalui.

Baca Juga: Perjalanan Ziarah Syeh Subakir Menuju Puncak Gunung Tidar: Persiapan Bekal Spiritual Jama'ah MATAWALI

Kemudian, di bawah bimbingan Kiyai Badrun, para jama'ah MATAWALI melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan ini bukan hanya sekadar fisik, melainkan membawa pulang bekal spiritual yang kaya akan hikmah dan keberkahan. Semoga perjalanan ini menjadi ladang amal yang membawa berkah dalam kehidupan sehari-hari para jama'ah MATAWALI.